Lompat ke konten
Semua Berita

Unilak Berdayakan Siswa SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru melalui Pelatihan Budidaya Sayuran

26 Oktober 2026 Refnaldi Pengabdian
Unilak Berdayakan Siswa SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru melalui Pelatihan Budidaya Sayuran

PEKANBARU – Universitas Lancang Kuning (Unilak) melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi dan pelatihan budidaya tanaman sayuran bagi siswa SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru. Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 September 2026 ini bertujuan meningkatkan keterampilan hidup (life skill), kemandirian, serta kepedulian siswa terhadap lingkungan melalui pembelajaran berbasis praktik langsung.

Program pengabdian tersebut dilaksanakan oleh tim yang diketuai Dr. Amalia, S.P., M.M., bersama anggota Alhavis, S.P., M.Si., dan Cici Triningsih, S.P., M.P. Sebanyak 20 siswa terlibat dalam kegiatan yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar konkret dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus.

Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai manfaat budidaya sayuran, pengenalan alat dan bahan, serta penjelasan tahapan penanaman. Para siswa kemudian mengikuti praktik bercocok tanam menggunakan media polybag, mulai dari menyiapkan tanah yang dicampur kompos, mengisi polybag, menanam benih sawi, hingga mengenal teknik penyiraman dan perawatan tanaman.

Pendekatan learning by doing atau belajar melalui praktik langsung menjadi metode utama dalam kegiatan ini. Melalui demonstrasi, arahan bertahap, dan pendampingan, siswa memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Aktivitas tersebut juga menjadi sarana untuk melatih koordinasi gerak, fokus, konsentrasi, serta tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas sederhana.

Berdasarkan pengamatan selama kegiatan, siswa mendapatkan pengalaman langsung berinteraksi dengan media tanam dan terlibat dalam proses budidaya sayuran. Kegiatan memasukkan tanah ke dalam polybag, misalnya, memberikan kesempatan bagi siswa untuk melatih keterampilan motorik dan mengikuti instruksi secara bertahap. Meskipun demikian, peningkatan kemampuan dan kemandirian siswa masih perlu dievaluasi lebih lanjut menggunakan instrumen penilaian yang terukur.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian menyediakan sarana budidaya berupa benih sawi, polybag, tanah yang telah dicampur pupuk, serta alat penyiram tanaman. Program kemudian dilanjutkan dengan pemeliharaan tanaman dan pemberian pupuk pertama pada 2 Oktober 2026. Siswa bersama guru pendamping didorong untuk melakukan penyiraman rutin, mengamati pertumbuhan tanaman, dan mempraktikkan perawatan sesuai arahan.

Melalui program ini, budidaya sayuran diharapkan dapat dikembangkan menjadi bagian dari pembelajaran keterampilan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pemanfaatan lahan terbatas dan media tanam sederhana memungkinkan kegiatan bercocok tanam diterapkan secara praktis, baik di sekolah maupun di rumah.

Program pengabdian ini menegaskan pentingnya pembelajaran yang inklusif, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi siswa. Tidak hanya memperkenalkan keterampilan bercocok tanam, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kemandirian, rasa percaya diri, dan kepedulian lingkungan sebagai bekal siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Bagikan artikel ini

Pilih platform untuk membagikan tautan.