Blog

WhatsApp-Image-2022-01-28-at-19.19.24-3

Dalam rangka mendorong peningkatan jumlah social enterprise, Pertamina Foundation mendorong kreativitas prakarsa anak muda dalam menuntaskan isu-isu sosial melalui Program Pertamina Foundation (PF) Muda. Tujuan PFmuda sendiri adalah menemukan young leader yang memiliki kepekaan sosial dan lingkungan dengan aksi-aksi solusi inovatif. Salah satu finalis yang mendapatkan hibah proyek sosial tersebut adalah Dr. Indra Purnama, M.Sc yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Faperta Unilak).

Dr Indra (kanan) ditemani oleh mahasiswa (tengah) dan Ibu Sri Utami, M.P (kiri)

Dr. Indra ketika ditemui di ruangannya (20/1) mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut mendukung cita-cita terwujudnya beras lokal yang memiliki brand yang dapat mengglobal. “Beras lokal ini kita kasih brand Basila, berharap merek ini dapat mengakar di Riau. Sebab beras kita mungkin satu-satunya beras yang memiliki sertifikat bebas residu pestisida,” ujar Dr. Indra. Seperti diketahui bahwa penggunaan pestisida tidak dapat dipisahkan oleh petani tanaman padi, bahkan tidak terkendali penggunaanya saat ini. Hal itu akan mengakibatkan pestisida tersebut tertinggal di beras, padahal ada batas maksimum yang diperbolehkan di dalam beras. “Untuk itulah Beras Basila hadir, sebagai pilihan masyarakat yang ingin produk berstandar global, dimana residu pestisida menjadi concern masyarakat dunia,” tambah Dr. Indra. “Alhamdulillah PFMuda memberikan bantuan berupa mesin penggiling, serta bantuan untuk analisis residu pestisida dan uji mutu, sehingga program pertanian berkelanjutan yang telah kita jalankan sebelumnya akan segera terealisasi,” tutup Dr. Indra.

Sebagai informasi, program pembinaan desa yang dilakukan oleh Dr. Indra melalui bantuan PFMuda ini adalan menjadi lanjutan dari program serupa dari Kemendikbudristek bagi mahasiswa bimbingan Dr. Indra, yang masuk 40 besar nasional.

Di tempat terpisah, Dr. Ir. Dedi Zargustin, M.Si, Dekan Faperta Unilak sangat senang dengan prestasi dosen-dosen Faperta, termasuk prestasi yang ditorehkan oleh Dr. Indra Purnama, M.Sc. Karena ajang PFMuda ini diikuti ribuan anak muda bertalenta se-Indonesia. “Faperta Unilak turut bangga dengan prestasi Dr. Indra, menambah deretan prestasi Faperta Unilak,” ujar Dr. Deddy. Baru-baru ini jurnal Faperta Unilak juga lolos akreditasi Sinta 3.

Leave a Reply

%d bloggers like this: