Blog

faperta

Seiring dengan perkembangan zaman, permasalahan di berbagai lini menjadi semakin banyak dan menantang, tidak terkecuali di bidang pertanian. Permasalahan-permasalahan itu dapat diatasi dengan menggunakan teknologi yang diikuti dengan inovasi. Menghadapi situasi tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Faperta Unilak) mengadakan kuliah umum dan webinar series II (5/12) dalam rangka memberikan pemahaman bagi mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum terkait inovasi dalam bidang agroteknologi. “Besar harapan melalui kuliah umum dan webinar ini, masyarakat dan mahasiswa Unilak secara khusus dapat memahami terkait inovasi agroteknologi di masa kini, karena narasumbernya merupakan pakar terbaik di bidangnya, bahkan jauh dari Jepang dan Jerman” kata Dekan Faperta Unilak, Dr. Ir. Dedi Zargustin, M.Si di sela-sela kata sambutannya. “Ini juga menjadi peluang bagi mahasiswa ketika kelak nanti ingin fokus ke usaha setelah menamatkan studi, karena inovasi saat ini menjadi kunci sukses dalam berbisnis,” ungkap Dr. Dedi di akhir sambutannya. 

Acara yang dihelat melalui aplikasi Zoom ini diikuti oleh kurang lebih 330 peserta, yang terdiri dari mahasiswa Unilak, dosen, serta masyarakat umum. Dengan mengusung tema Inovasi Agroteknologi di Masa Kini, kuliah umum dan webinar series II ini menghadirkan narasumber yang tak kalah kerennya dibanding kuliah umum dan webinar pada series I beberapa waktu yang lalu. Mereka adalah Prof. Dr. Syafrani, M.Si, yang merupakan Guru Besar Universitas Lancang Kuning selaku narasumber I dengan topik Merubah Limbah menjadi Berkah. Dalam paparannya, Prof. Syafrani menjelaskan tentang potensi berbagai limbah pertanian yang berpotensi untuk dimanfaatkan hingga menjadi rupiah. “Dengan teknologi tepat guna, kita bisa merubah limbah dan sampah menjadi berbagai produk yang bernilai tambah, seperti pupuk yang dapat diaplikasikan dalam budidaya berbagai tanaman” ujar Prof. Syafrani.

Narasumber II adalah seorang peneliti yang saat ini bekerja di Gifu University, Jepang, Dr. Ajeng K. Pramono, yang menyampaikan topik Mengenal DNA Lebih Dekat. Dalam pada itu, Dr. Ajeng berbicara mengenai pentingnya DNA dalam agroteknologi untuk diketahui oleh masyarakat yang ingin berinovasi. “DNA adalah salah satu fundamental sciences yang harus dimiliki oleh seorang sarjana di bidang pertanian, sehingga menjadi penting untuk diketahui,” jelas Dr. Ajeng dengan penuh semangat, karena ia merasakan bagaimana ia pernah menjadi mahasiswa dan mendapati ilmu yang diberikan para senior yang sudah bekerja sangat menambah wawasan dan membuat ia tidak takut bermimpi. 

Kandidat doktor dari Georg-August-Universität Göttingen, Abdul Rahman Siregar, M. Biotech, menjadi narasumber III dalam rangkaian kegiatan kuliah dan webinar series II ini. Dosen muda Fakultas Biologi UGM kelahiran Pematang Siantar ini menjelaskan terkait Selulosa Bakteri (Bioselulosa) yang Multiguna dari berbagai tanaman di Indonesia. “Banyak di antara kita yang tidak mengetahui bahwa berbagai tanaman bisa kita jadikan bioselulosa dan multiguna. Bioselulosa ini dapat digunakan sebagai makanan, kosmetik, bioplastik, cangkang obat, dan masih banyak lagi,” kata bapak dari tiga orang anak ini. 

Di sesi terakhir, panitia membuka sesi tanya jawab, dimana semua peserta tampak antusias dengan berbagai pertanyaan yang disampaikan. Namun karena keterbatasan waktu, Dr. Vonny Indah sari, S.TP, MP, Dosen Faperta Unilak, yang menjadi moderator pada acara kali ini terpaksa menyudahi acara tepat pukul 15.45 seusai dengan rundown yang telah ditetapkan panitia. “Jika tidak ada halangan, masih akan ada webinar seri-seri selanjutnya, jadi terus update ya info dari Faperta Unilak,” pesan Dr. Vonny mengakhiri kuliah umum dan webinar series II.

Leave a Reply

%d bloggers like this: